Tanda Orang Yang Tertipu
الحزنُ علٰى فِقداَنِ الطَّاعةِ مع
عدمِ النُّهوْضِ اليها من علامات الاِغتِرارِ
"Merasa susah karena tidak dapat melakukan suatu
amal ibadah yang disertai oleh rasa malas untuk melakukannya, itu suatu tanda
bahwa ia terpedaya [tertipu] oleh syaitan".
Syarah
Jika ketinggalan suatu amal kebaikan
merasa sedih, tetapi bila mendapat kesempatan tidak segera melakukannya, maka
itu suatu tanda telah dipermainkan oleh nafsu dan syaitan. susah yang seperti
ini adalah susah yang bohong, dan nangis yang seperti ini juga nangis yang
bohong. Sebagai mana dikatakan sebagian ulama’ “Banyak mata yang
menangis akan tetapi hatinya masih keras. karena orang tersebut tidak aman dari
tipuan Alloh yang samar.Alloh tidak memberikan pada orang
tersebut apa yang manfaat pada dirinya tapi malah memberi sesuatu yang
membohongi dirinya, yaitu susah dan menangis yang bohong. Adapun susah yang
sesungguhnya yaitu, susah yang mendorong dirinya untuk melakukan taat yang
disertai nangis yang benar. dan itu termasuk dari maqomnya salik.
Bersabda Nabi shollallohu 'alaihi wasallam:
"Sesungguh Alloh menyukai
pada tiap hati yang selalu berduka cita".
Syeikh Abu Ali ad-Daqqo’ berkata:
"Seorang yang menyesal dapat menempuh jalan
menuju kepada Alloh dalam waktu satu bulan, apa yang tidak dapat
ditempuh oleh orang yang tidak menyesal dalam beberapa tahun. Karena itu
termasuk dalam sifat utama bagi Rosululloah shollallohu 'alaihi
wasallam. Mutawashilul-ahzan, daa'imul fikir.
Rosululloah shollallohu 'alaihi wasallam, selalu merasa berduka cita
dan selalu berfikir [merenung]".
Sayyidah Robiah al-Adawiyah mendengar seseorang berkata:
''Alangkah sedihnya". Maka Rabiah berkata:
''Katakanlah, Alangkah sedikitnya rasa sedihku, sebab
bila engkau benar-benar merasa sedih, tidak berkesempatan lagi untuk bersuka
cita".